oleh: ummu jundi
Dalam kehidupan manusia disadari maupun tidak, hampir seluruh aktivitas kita diisi oleh komunikasi. Dari sebuah penelitian menyatakan bahwa 70% waktu bangun kita digunakan untuk berkomunikasi, baik yang dilakukan pada diri sendiri maupun terhadap orang lain. Komunikasi juga menentukan kualitas hidup kita.
Setiap orang melakukan dua macam komunikasi, komunikasi intrapersonal dan komunikasi interpersonal. Namun dalam komunikasi dengan orang lain (interpersonal), perlu lebih banyak hal yang diperhatikan karena pada prakteknya tidak selamanya apa yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik oleh komunikan kita. Hal ini dapat disebabkan oleh aneka macam persepsi dan gangguan.
Komunikasi berperan penting dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Karena hubungan antar manusia dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, tidak terkecuali dalam kehidupan organisasi. Dalam kehidupan berorganisasi, komunikasi berperan penting dalam setiap kegiatan dan dalam memperlancar tercapainya tujuan organisasi tersebut.
Dalam usaha untuk mencapai tujuan suatu organisasi atau perusahaan tersebut amat berkaitan dengan pihak karyawan (Internal) maupun masyarakat (eksternal). Agar antara perusahaan/organisasi dan kedua pihak publik ini terjalin hubungan yang harmonis maka dibutuhkanlah peranan humas.
Humas merupakan suatu bagian dalam organisasi/perusahaan yang berperan sebagai sarana komunikasi internal maupun eksternal perusahaan. Mereka berupaya untuk memberikan informasi tentang segala kegiatan, kebijakan, dan prosedur dan sekaligus untuk membangun/ mempertahankan citra positif organisasi/perusahaan.
Aktivitas humas sehari-hari adalah menyelenggarakan komunikasi timbal balik (two way communication) terhadap seluruh publiknya (internal/eksternal). Mereka tidak hanya berperan sebagai komunikator, seorang humas juga harus bisa menjadi pendengar yang baik. Karena mereka harus mengetahui dan memahami pendapat publik terhadap organisasi/perusahaan. Tak jarang mereka harus mendengarkan opini yang berbeda-beda, dikarenakan publik yang ditangani berbeda dan setiap individu memiliki tanggapan dan sikap yang berbeda pula.
Dari mendengarkan opini publik yang berbeda, seorang humas harus dapat mengambil sikap untuk menyelaraskan perbedaan opini atau memberi masukan atau saran kepada perusahaan/organisasi untuk melakukan penyesuaian dengan opini yang ada. Dengan adanya komunikasi timbal balik seperti ini dapat memperkokoh kepercayaan publik terhadap humas secara pribadi dan pada perusahaan secara umum.
Humas mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan, khususnya dalam kehidupan organisasi, karena hidup matinya sebuah perusahaan atau organisasi tergantung terhadap peranan humas. Hal ini tak lepas dari kegiatan yang mereka lakukan berhubungan langsung dengan seluruh publik perusahaan/ organisasi, dan pada dasarnya keberadaan sebuah perusahaan/organisasi amatlah tergantung pada publik. Jika seorang humas dapat menciptakan suasana yang harmonis, saling kepercayaan antara pihak perusahaan dan publik maka humas tersebut telah melaksanakan peran dan fungsinya dengan baik.