FENOMENA BARACK OBAMA

 online riset (tugas III)

Oleh: Sirajuddin

0805136139

 

MAHASISWA PASCA SARJANA KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA

  

A. LATAR BELAKANG KANDIDAT KUAT CALON PRESIDEN AMERIKA

 

1. PERSONAL DATA

·        Birth – August 4, 1961 in Honolulu, Hawaii

·        Education – B.A. in international relations, 1983, Columbia University. J.D. from Harvard Law School, where he was Editor of the Harvard Law Review

·        Family – Married on October 18, 1992 to Michelle Robinson, a Chicago native, also a Harvard Law School graduate. Two young daughters, Malia and Sasha.

·        Faith – Christian, United Church of Christ

 

2. MASA PERTUMBUHAN

Born Barrack Hussein Obama, Jr, son of a Kenya-born Harvard-educated economist and Ann Dunham, a caucasian anthropologist, was 2 years old when his father left them. His father (deceased in 1982) returned to Kenya, and only saw his son once more. His mother remarried, and moved Barack to Indonesia. He returned to Hawaii at age 10 to live with his maternal grandparents. He graduated from the respected Punahou School with honors. As a teenager, he scooped ice cream at Baskins-Robbins, and has admitted to dabbling in marijuana and cocaine. His mother died of cancer in 1995.

 

3. MASA KECIL DI INDONESIA

            Seorang bocah kecil bercelana pendek bermain-main di rumahnya di kawasan Menteng dalam, Jakarta Pusat. Setelah waktu berlalu sekian lama, anak itu mengejutkan publik Indonesia. Dia menjadi senator dan bakal jadi calon Presiden AS. Barack Obama nama anak itu. Dia sempat mengeyam pendidikan di SD Franciscus Asisi di kawasan Menteng Dalam. Dia masuk sekolah pada 1 Januari 1968 dan duduk di kelas 1B. Hanya saja, namanya tercatat sebagai Barry Soetoro. Ayah kandungnya, Barack Husein Obama Sr adalah seorang muslim ahli ekonomi asal Kenya. Sedangkan ibunya, Ann Dunham asal Kansas, AS. Ann merupakan doktor ekonomi pertanian dari University of Hawaii di Manoa, disertasinya tentang pandai besi di Indonesia. Dia pernah menjadi konsultan di BRI. Namun Barack tercatat sebagai WNI yang lahir di Honolulu, Hawaii, 4 Agustus 1961. Itu karena setelah bercerai dengan Husein Obama, Ann menikah dengan orang Indonesia, L. Soetoro.

            Barack tinggal bersama ibu kandung dan ayah tirinya itu di Jalan H. Ramli, di belakang SD Asisi. Di rumah itu tinggal pula adik tirinya, Maya Soetoro. Layaknya bocah, dengan hanya mengenakan celana pendek Barack sering bermain gundu dan sepakbola. Dia juga sering bermain ke mushala dengan memakai sarung.

            Dia memang pandai bergaul meski bahasa Indonesianya kurang bagus. Maklum dia berbahasa Inggris bila di rumah, ungkap Emirsyah Satar, direktur utama Garuda Indonesia, yang pernah menjadi teman main Barack. Namun setelah pindah ke AS dan tinggal bersama neneknya, Emir mengaku tak pernah kontak dengan Barack. Meski demikian, dia mengaku berharap dan berdoa agar senator AS asal Illionis itu bisa memenangkan pertarungan menjadi calon presiden dari Partai Demokrat.
 

 

4. ISSU TENTANG ISLAM

 

 

Salah satu keunggulan sekaligus bumerang bagi Barack Obama adalah isu ‘Islam’ yang konon disemburkan oleh para staf kampanye Clinton. Inilah yang membuat Obama terlihat kelabakan adalah nama tengahnya. Pukulan makin terasa keras manakala fotonya yang mengenakan sorban saat berkunjung ke negeri Arab di Afrika, Somalia beredar. Foto tersebut pertama kali dimuat oleh situs The Drudge, yang mengaku mendapatnya dari juru kampanye Hillary Clinton melalui sebuah email.

Obama segera menyangkal dia memiliki kaitan dengan Islam. “Saya bukan seorang Muslim dan saya belum pernah menjadi Muslim. Saya tidak pernah sekolah di madrasah. Saya tidak diangkat sumpah dengan Alquran. Saya adalah seorang Kristiani,” ujar Obama. Istrinya, Michelle,  ikut-ikutan angkat suara. Ia menyatakan bahwa orang Republik mengipas-ngipaskan rumor yang keliru tentang hubungan personal suaminya dengan Islam. Rupanya isu ‘Islam’ lebih menakutkan dari isu gender dan ras dalam pemilihan presiden di negara yang mengaku sangat demokratis dan tidak membedakan orang berdasarkan kepercayaan itu.

 

5. KARIR BERPOLITIK

Senator Barack Obama mengukuhkan dirinya sebagai kandidat presiden dari Partai Demokrat. Pernyataan Obama itu disampaikan dalam pidatonya di hadapan 19 ribu pendukungnya di stadion di St Paul, Minnesota, Amerika Serikat (AS), Selasa (3/6) malam. ”Malam ini, saya dapat katakan bahwa saya akan menjadi kandidat presiden AS dari Partai Demokrat. Malam ini kita menandai akhir perjalanan bersejarah dan memulai perjalanan lainnya, sebuah perjalanan yang akan membawa hari baru dan lebih baik bagi AS,” kata Obama.

Obama yakin akan menjadi kandidat menuju kursi Gedung Putih setelah berhasil mengamankan 2.118 delegasi–jumlah yang dibutuhkan untuk menjadi wakil partai. Primari terakhir Demokrat di Montana dan South Dakota, Selasa (3/6), seperti dilaporkan wartawan Republika, Indah Wulanningsih, Obama unggul sementara di Montana. Dengan hasil di Montana, Obama mengumpulkan 2.154 delegasi. Sementara, pesaing Obama, Hillary Rodham Clinton, mengumpulkan 1.919,5 delegasi. Dengan demikian, Obama bakal menjadi kandidat presiden Afro-Amerika pertama yang memiliki kesempatan berebut kursi menuju Gedung Putih. Ia akan berhadapan dengan kandidat presiden dari Partai Republik, John McCain. ”Amerika sekarang adalah momentum kita. Masa untuk membuka lembaran politik baru. Inilah masa untuk membawa energi dan ide baru mengatasi tantangan yang kita hadapi,” tegas Obama.

 

6. LAWAN POLITIK

SETELAH berkali-kali diserang Hillary Clinton, rasa sabar Barack Obama hilang juga. Hillary Clinton, misalnya, mengatakan Obama tidak punya pengalaman yang memadai untuk menangani berbagai kebijakan pemerintah, terutama kebijakan luar negeri. Itu sebabnya, sebut Hillary, bila menang dalam pemilihan presiden Obama tidak akan efektif sejak hari pertama atau D One.

Menyikapi pernyataan Hillary Clinton itu, Obama mengatakan, Hillary tampaknya sedikit tertekan dan stres menghadapi pertarungan diantara kedua orang itu untuk merebut tiket calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat. “Saya kira dia (Hillary) sedikit stres menjelang akhir dari kampanye ini,” kata Obama kepada ABC dalam sebuah wawancara Minggu malam (2/3). “Dia sekarang lebih agresif dalam menyampaikan serangan negatif,” kata Obama lagi.

Komentar Obama itu disampaikannya sehari setelah Hillary Clinton merilis iklan politik di televsi Texas yang menyerang dan menyudutkan Obama. Iklan itu menampilkan seorang anak yang sedang tertidur, sementara sebuah telepon berdering tak jauh darinya. Dering telepon tak dapat membangunkan anak itu. Narator iklan politik itu berkata, “Ini jam 3 pagi, dan anak Anda sedang tertidur dengan aman. Siapa yang Anda harapkan akan mengangkat telepon?” Kubu Obama mengecam iklan politik yang secara terang-terangan mengaitkan Obama sebagai anak kecil yang kurang pengalaman, sehingga tidak akan tanggap terhadap berbagai keadaan darurat. Hillary dan Obama akan bertarung dalam primary election di Texas dan Ohio, hari Selasa waktu Amerika (4/3). Ini adalah pertarungan hidup-mati antara keduanya. Walau Obama kini berada di posisi terdepan, namun perolehan jumlah delegasi yang dimilikinya tida berbeda signifikan dengan jumlah delegasi yang dimiliki Hillary. Seperti Obama, Hillary juga masih punya peluang untuk keluar sebagai pemenang.

 

7. KEBIJAKAN POLITIK

Politik jalan tengah, Dari segi substansi dan spektrum ide-ide yang ditawarkannya, Barack Obama bisa digolongkan sebagai politisi moderat dari tradisi liberal Amerika. Atau secara lebih sederhana ia bisa disebut sebagai the third way politician, politisi jalan tengah dalam tradisi yang telah dirintis Bill Clinton dan Tony Blair. Hal inilah yang membedakan Obama dengan banyak politisi kulit hitam yang cenderung memilih garis ekstrem, baik di kiri (Jesse Jackson) maupun di kanan (Alan Keyes). Dalam membangun ekonomi Amerika, ia mengakui pentingnya peran mekanisme pasar, namun ia tetap ingin mengembangkan peran negara yang sehat dan efektif. Dalam kehidupan keagamaan, ia bisa bersimpati terhadap kaum konservatif, namun ia mengerti betul bahwa tradisi sekularisme Amerika adalah tradisi sakral yang harus terus-menerus diperkuat. Dalam menjembatani perbedaan kaum Demokrat dan kaum Republikan, ia ingin membangun a vital center, sebuah konsensus bersama yang mempertemukan secara kreatif pandangan-pandangan yang bertentangan.

Intuisi Obama adalah mencari moderasi dan jalan tengah. Ia ingin merangkul sebanyak mungkin kalangan. Untuk itu, ia bahkan sanggup mencari kebenaran pada lawan-lawan politiknya dan mengakui bahwa kaum Republikan sering kali memiliki pandangan yang lebih baik. Kaum pengkritik Obama barangkali dapat menemukan titik lemah dalam pandangan dan intuisi seperti itu. Sebagian orang bisa berkata bahwa intuisi demikian sudah menjadi sebuah obsesi. Sementara sebagian lagi dapat menuduh bahwa jalan tengah bukanlah sebuah jalan keluar, melainkan sebuah pelarian, sebuah jalan pintas untuk menghindari pilihan-pilihan sulit yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin.

Kritik demikian cukup mengandung kebenaran. Namun, satu hal yang jelas: Obama bukanlah seseorang yang tidak mampu menghadapi pilihan-pilihan sulit dan selalu menghindari risiko. Ia adalah salah satu dari sedikit politisi yang secara tegas menentang tindakan Bush di Irak yang waktu itu sangat populer. Sekarang, setelah Perang Irak dianggap gagal, hampir semua orang mengecam Bush—tetapi pada saat awal, Obama mengambil risiko besar dengan memilih untuk melawan arus. Adapun mengenai jalan tengah sebagai proposisi kebijakan, barangkali memang saat ini Amerika lebih membutuhkannya.

 

8. KEBIJAKAN LUAR NEGERI

            Dukungan Terhadap Pengembangan Nuklir Iran, Si pemilik bulu mata lentik ini hanya menegaskan Iran seharusnya tahu Obama akan memberi tanggapan berbeda daripada Hillary. Ia akan memberi respon damai dalam setiap serangan terhadap apapun sekutu AS.

            Mencari Dukungan Ke Israel, “Nilailah saya atas apa yang saya katakan dan lakukan. Jangan menilai karena saya punya nama yang aneh. Jangan menilai saya karena  saya keturunan Afrika Amerika dan memang banyak orang yang mempersoalkan masa lalu,” katanya.“Saya ingin meyakinkan bahwa saya lah orang yang menjadi kendaraan bagi kita untuk menbangung kembali ikatan itu,” katanya melanjutkan. “Kalau saya ada di Gedung Putih, saya akan membawa serta komitmen yang teguh untuk menjaga hubungan Amerika Serikat dengan Israel dan komitmen yang teguh juga terhadap keamanan Israel,” katanya. Obama mengaku prihatin dengan ketidakharmonisan hubungan antara kulit hitam dan Yahudi, dua kelompok yang sama-sama tercabut dari akar budaya dan terusir dari tanah airnya. Pernyataan itu dimaksudkan untuk menyakinkan kelompok Yahudi yang selama ini meragukan. Selain itu Obama juga berharap bisa meningkatkan hubungan antara Yahudi dan kulit hitam.

 

Reference:

http://usliberals.about.com/od/congressionalleadership/p/SenObama.htm

http://www.freedom-institute.org/id/index.php?page=profil&detail=artikel&detail=dir&id=265

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=336459&kat_id=3

http://teguhtimur.com/2008/03/04/obama-hillary-mulai-stres/

http://muhsinlabib.wordpress.com/2008/03/05/obama-versus-hillary-antara-isu-gender-ras-dan-agama/

http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=6739&Itemid=66

http://fatah75.wordpress.com/2008/05/25/obama-cari-dukungan-yahudi/

http://cetak.fajar.co.id/news.php?newsid=68111

http://budihlm.blogspot.com/2007/02/we-love-barack-obama.html

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.